BULUGHUL MAROM MIN ADILLATIL AHKAM
Oleh :
Riyadlus Sholihin 15530043
Naili Fitri 15530063
Wahyu Kholifah 15530068
Muhammad Nashiruddin 15530073
[PRODI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIRFAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
TAHUN 2016]
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Hadis Nabi merupakan salah satu sumber
hukum yang dijakan dasar pokok manusia dalam bertindak dan berucap. Hadis Nabi
juga merupakan penjelas dari Al-qur’an. Oleh karena itu penting bagi untuk
mengkajinya lebih dalam.
Sudah banyak produk-produk hadis (Baca :
kitab Hadis) yang telah sampai kepada kita, mulai dari kitab-kitab primer
sampai dengan kitab-kitab sekunder sehingga memudahkan kita untuk menelaah dan
mengkajinya.
Pada kesempatan kali ini pemakalah akan
mengkaji salah satu kitab hadis primer yaitu Bulughul Marom karya imam
Ibnu Hajar al-Asqalani yang banyak membahas hadis-hadis bernuansa fiqih. Kitab
ini sangat populer dikalangan kita dan banyak dikaji dibeberapa pesantren di
indonesia.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana biografi Imam Ibnu Hajar
al-Asqalani
2. Bagaimana sistematika penyusunan kitab Bulughul
Marom
3. Bagaimana metode penyusunan kitab Bulughul
Marom
4. Apa kelebihan dan kekurangan kitab Bulughul
Marom
C.
Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui biografi imam Ibnu Hajar
al-Asqalani
2. Mengetahui sistematika penyusunan kitab Bulughul
Marom
3. Mengetahui metode penyusunan kitab Bulughul
Marom
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan kitab Bulughul
Marom.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada makalah ini kami sebagai penulis
hendak menjelaskan beberapa uraian tentang salah satu dari kitab karangan Ibnu
Hajar al-’Asqalani. Namun sebelumnya akan diuraikan latar belakang dari
pendidikan dan aktifitas Ibnu Hajar beserta karya-karyanya. Hal ini penting
untuk dikemukakan mengingat hasil pemikiranya pada dasarnya tidak terlepas
dengan ruang dan waktu yang sedang berlangsung ketika dan dimana beliau hidup.
A.
Biografi Ibnu Hajar al-’Asqalani
Ibnu Hajar dilahirkan di Cairo pada tanggal
18 Februari 1449 M,bertepatan pada tanggal 12 Sya’ban 773 H, dari sebuah
keluarga yang dikenal sangat relegius. Nama lengkapnya adalah Syihabuddin Abu
Fadl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad (Hajar
al-‘Asqalani).[1] Ayahnya, Nuruddin Ali
(w.777 H/1375 M), adalah ulama besar yang selain dikenal sebagai mufti juga
dikenal sebagai penulis sajak-sajak keagamaan. Ibunya, Tujjar, adalah seorang
wanita kaya yang aktif dalam kegiatan perniagaan.Ibnu Hajar menjadi yatim piatu
sejak masa kanak-kanak. Ayahnya meninggal dunia ketia Ibnu Hajar baru berumur
empat tahun, sedangkan ibunya telah lebih dahulu meninggal. Sepeninggal orang
tuanya, Ibnu Hajar diasuh Zakiuddin Abu Bakar al-Kharrubi, seorang saudagar
kaya yang telah ditunjuk ayahnya sebagai pembimbing utamanya. Kurang lebih 10
tahun kemudian, pembimbingnya meninggal dunia pada saat Ibnu Hajar berusia 14
tahun.[2]
1. Pendidikan Ibnu
Hajar al-’Asqalani
Sebagai anak yang dilahirkan dari sebuah
keluarga yang taat beragama, Ibnu Hajar memperoleh pendidikan mula-mula dari
bimbingan ayahnya sendiri. Pada usia 5 tahun Ibnu Hajar sudah masuk ke sekolah
agama, pada tahun 782 H yakni ketika ia berumur 9 tahun telah mampu hafal al-
Qur’an. Pada tahun 784 H yaitu ketika ia berusia 11 tahun belajar hadist di Makkah
alMukaramah kepada Syeh Afifuddin al-Naisabury dan belajar hadist Bukhari
kepada Syeh al-Makky, disinilah ia untuk pertama kali berguru mengenai hadist.[3]Dalam
usia 23 tahun Ibnu Hajar telah menekuni hadist. Untuk menekuni studinya ini ia
mengadakan perjalanan panjang ke Hedzajaz dan Yaman pada bulan Syawal
799 H /Juli 1397 M sampai 801 H/1398 M, di Palestina dan Suriah. Perjalanan
studinya itu berakhir ketika ia kembali dari Suriah pada tahun 803 H/1400 M. Setelah
berhasil menyelesaikan studinya, Ibnu Hajar dalam usianya yang relatif muda
telah diberi otoritas untuk mengajar ilmu hadis, ilmu tafsir dan fiqih.
Kuliahnya tentang ilmu hadis dimulai pada bulan Syawal 808 H / Maret
1406 M di Syaikhuniyah. Ia juga memberi kuliah di madrasah Jamaliah dan juga di
Madrasah Mankutimuriyah. Karir Ibnu Hajar berlangsung sebagaimana ulama besar
sebelumnya. Ia menjadi dosen, guru besar, pimpinan akademi,hakim,mufti,dan
khatib.
2. Guru- Guru Ibnu
Hajar al-’Asqalani
Diantara guru-gurunya terdiri dari
guru-guru yang ahli dalam disiplin ilmu dan berpengetahuan luas serta para
tokoh agama terkemuka pada saat itu. Diantara para guru beliau adalah :
a. Al-Burham al-Tanukhi (800 H),
sebagai guru ilmu qira’at
b. Al-Zainu al-‘iraqi (805 H),
sebagai guru hadis
c. Al-Haitsami (807 H), sebagai guru
hafalan matan hadis
d. Al-Siraj al-Bulqini (908 H),
sebagai guru hafalan dan ilmu pengetahuan
e. Siraj al-Din Ibnu Mulqin (804 H),
sebagai guru jurnalistik
f. Al-Majid al-Syairozi (817 H),
sebagai guru bahasa dan ilmu pengetahuan
g. Al-Ghamari (802 H), sebagai guru
bahasa Arab
h. Al-Muhib bin Hisyam (799 H),
sebagai guru hadist, dan guru-guru lainnya yang tidak dapat disebutkan.[4]
3.
Murid- Murid Ibnu Hajar al-‘Asqalani
Kedudukan dan
ilmu beliau yang sangat luas dan dalam tentunya menjadi perhatian para penuntut
ilmu dari segala penjuru dunia. Mereka berlomba-lomba mengarungi lautan dan
daratan untuk dapat mengambil ilmu dari sang ulama ini. Oleh karena itu
tercatat lebih dari lima ratus murid beliau sebagaimana disampaikan murid
beliau imam As-Sakhawi.Diantara murid beliau yang terkenal adalah:
- Syeikh Ibrahim bin Ali bin
Asy-Syeikh bin Burhanuddin bin Zhahiirah Al-Makki Asy-Syafi’i (wafat tahun
891 H.).
- Syeikh Ahmad bin Utsmaan bin
Muhammad bin Ibrahim bin Abdillah Al-Karmaani Al-hanafi (wafat tahun 835
H.) dikenal dengan Syihabuddin Abul Fathi Al-Kalutaani seorang Muhaddits.
- Syihabuddin Ahmad bin Muhammad
bin Ali bin Hasan Al-Anshari Al-Khazraji (wafat tahun 875 H.) yang dikenal
dengan Al-Hijaazi.
- Zakariya bin Muhammad bin
Zakariya Al-Anshari wafat tahun 926 H.
- Muhammad bin Abdurrahman bin
Muhammad bin Abu bakar bin Utsmaan As-Sakhaawi Asy-Syafi’i wafat tahun 902
H.
- Muhammad bin Muhammad bin
Muhammad bin Abdullah bin Fahd Al-Hasyimi Al-‘Alawi Al-Makki wafat
tahun 871 H.
- Burhanuddin Al-Baqa’i, penulis
kitab Nuzhum Ad-Dhurar fi Tanasub Al-Ayi wa As-Suwar.
- Ibnu Al-Haidhari.
- At-Tafi bin Fahd Al-Makki.
- Al-Kamal bin Al-Hamam
Al-Hanafi.
- Qasim bin Quthlubugha.
- Ibnu Taghri Bardi, penulis
kitab Al-Manhal Ash-Shafi.
- Ibnu Quzni.
- Abul Fadhl bin Asy-Syihnah.
- Al-Muhib Al-Bakri.
- Ibnu Ash-Shairafi.
4.
Karya- Karya Ibnu Hajar al-‘Asqalani
Ibnu Hajar lebih dikenal dengan nama desanyanya,
yaitu al-‘Asqalani,sehingga kitab-kitab karangannya sering disebut Ibnu Hajar
al-‘Asqalani. Sebagai seorang ulama yang produktif masalah keilmuan, Ibnu Hajar
memang telah melahirkan beberapa tulisan, Ia mengarang hampir 150an kitab.[5]
Karya- karyanya meliputi berbagai bidang ilmu, seperti: ilmu al-Qur’an,
metodologi hadis (ushul al-hadis), penjelasan hadis (syarh al-hadis),
tahrij hadis, hukum Islam (kutub fiqih), tokoh-tokoh hadis (rijal
al-hadis), kisah-kisah (al-manaqib), sejarah (al-tarih), dan
lain-lain. Diantara kitab- kitab karangan Ibnu hajar al-’Asqalani adalah :
|
Bidang ilmu
|
Nama Kitab
|
|
Ulum al-Qur’an
|
Asbab al-nuzul
|
|
Al-itqan fi jam’i ahaadis fadhail al-Qur’an
|
|
|
Ma waqa’a fi al-Qur’an min ghairi lughati al- Arab
|
|
|
Usul al-Hadis
|
Nukhbah al-fikr fi musthalah ahl al-asar
|
|
Nuzhah al-nadhr fi taudhih nukhbah al-fikr
|
|
|
Sarh al-Hadis
|
Fath al-Bary Syarh Sahih al-Bukhari
|
|
Nukt ala Tanqih al-Zarkasi al-Bukhari
|
|
|
Takhrijul al- Hadis
|
al-Istidrak al-Saikhihi al-Iraqi
|
|
Takhrij al-Hadis Muntaha al-Suwali
|
|
|
Takhrij al-Hadis Azkar
al-Nawawi
|
|
|
al-Tamyiz fi Takhrij al-Hadis (al-Ghazali)
|
|
|
al-Dariyah fi Takhrij al-Hadis al-Hidayah
|
|
|
Kutub al-Athraf
|
Ithaf al-Mahrah
|
|
Annukt al-Dhiraf ‘ala Athraf
|
|
|
Kutub al-Fiqh
|
Bulug al-Maram
|
|
Kutub al-Rijal
|
al-Ishabah fi tamyiz
al-Shahabah
|
|
Lisan al-Miyan
|
|
|
Tahdib al-Tahdib
|
|
|
Taqrib al-Tahdib
|
|
|
Ta’jil al-Manfaah birijal al-Aimmah al-Arba’ah
|
|
|
al-isyar bima’rifah
ruwat al-Asar
|
|
|
Nuzhah al-Albab fi
al-Alqab
|
|
|
Al-Manaqib
|
Tarjamah Ibnu Taimiyah
|
|
Tawali al-Ta’sis bi
ma’ali Ibnu Idris
|
|
|
Kutub al-Tarikh
|
al-Durar al-Kaminah
|
|
al-Anba’ al- Ghamr
|
|
|
Raf’ al-Ishar’ an Qudhat Mishry
|
B.
Sistematika Penyusunan Kitab Bulughul Marom
Kitab
ini disusun scara tematik (maudlu’i) berdasarkan bab-bab fiqh dan menutupnya
dengan bab tentang adab (jami’ fi adab). Didalamnya terdapat bab-bab
yang disebut dengan “kitab” dan
di masing-masing kitab tersebut terdapat sub bab yang disebut dengan “bab”.
Terdapat 14 kitab dan 104 bab serta 1596 hadits. Adapun
sistematikanya sebagai berikut:
|
No.
|
Kitab
|
Bab
|
|
1.
|
Bersuci
|
Air
|
|
Bejana
|
||
|
Cara menghilangkan najis dan penjelasannya
|
||
|
Wudlu
|
||
|
Mengusap dua sepatu
|
||
|
Hal-hal yang membatalkan wudlu
|
||
|
Adab buang hajat
|
||
|
Mandi dan hukum junub
|
||
|
Tayammum
|
||
|
Haidl
|
||
|
2.
|
Shalat
|
Waktu sholat
|
|
Adzan
|
||
|
Syarat-syarat sholat
|
||
|
Batas tempat shalat
|
||
|
Anjuran agar khusyu' ketika sholat
|
||
|
Masjid- masjid
|
||
|
Sifat sholat
|
||
|
Sujud syahwi dan sujud lainnya seperti sujud tilawah dan syukur
|
||
|
Shalat sunnah
|
||
|
Shalat berjama’ah dan imamah
|
||
|
Shalat orang yang sedang bepergian dan sedang sakit
|
||
|
Shalat jum’at
|
||
|
Shalat khouf
|
||
|
Shalat ‘id
|
||
|
Shalat gerhana
|
||
|
Shalat istisqa’
|
||
|
Cara berpakaian
|
||
|
3.
|
Jenazah
|
-
|
|
4.
|
Zakat
|
Zakat fitrah
|
|
Sedekah dan tathawwu’
|
||
|
Pembagian sedekah
|
||
|
5.
|
Puasa
|
Puasa sunnah dan puasa yang dilarang
|
|
I’tikaf dan qiyam ramadhan
|
||
|
6.
|
Haji
|
Keutamaan dan penjelasan bagi orang yang melaksanakan
|
|
Miqat (batasan ihram)
|
||
|
Tata cara ihram dan sifat-sifatnya
|
||
|
Ihram dan hal-hal yang berkaitan dengannya
|
||
|
Sifat haji dan cara memasuki Makkah
|
||
|
Terlambat dan terhalang untuk melaksanakan haji
|
||
|
7.
|
Jual beli
|
Syarat-syarat jual beli dan hal-hal yang tidak boleh
diperjualbelikan
|
|
Memilih
|
||
|
Riba
|
||
|
Keringanan ariyah dan menjual buah-buahan yang masih di pohon
|
||
|
Seputar salam, Qardh dan Gadai
|
||
|
Pailit dan sita
|
||
|
Perdamaian
|
||
|
Memindahkan utang dan menanggung
|
||
|
Syirkah dan wakalah
|
||
|
Keputusan
|
||
|
Pinjaman
|
||
|
Ghashab
|
||
|
Syuf’ah
|
||
|
Pinjaman modal
|
||
|
Musaqah dan ijarah
|
||
|
Mengelola tanah kosong
|
||
|
Wakaf
|
||
|
Hibah
|
||
|
Harta temuan
|
||
|
Pembagian waris
|
||
|
Wasiat
|
||
|
Wadi’ah
|
||
|
8.
|
Nikah
|
Kafaah dan khiyar
|
|
Menggauli istri
|
||
|
Mahar
|
||
|
Walimah
|
||
|
Membagi giliran
|
||
|
Gugatan cerai seorang istri (khulu’)
|
||
|
Talak
|
||
|
Rujuk
|
||
|
Ila’, Dzihar dan kafarat
|
||
|
Li’an
|
||
|
‘Iddah dan batas-batasnya
|
||
|
Menyusui
|
||
|
Nafkah
|
||
|
Hak mengasuh anak
|
||
|
Pidana
|
||
|
Diyat
|
||
|
Menuntut darah dan sumpah
|
||
|
Memerangi para pembangkang
|
||
|
Memerangi para penjahat dan membunuh orang murtad
|
||
|
9.
|
Hukuman
|
Hukuman zina
|
|
Hukuman menuduh
|
||
|
Hukuman pencurian
|
||
|
Hukuman bagi peminum dan penjelasan minuman yang memabukkan
|
||
|
Ta’zir dan hukum
|
||
|
10.
|
Jihad
|
Jihad
|
|
Upeti dan gencatan senjata
|
||
|
Berlomba dan memanah
|
||
|
11.
|
Makanan
|
Binatang buruan dan sembelihan
|
|
Qurban
|
||
|
Aqiqah
|
||
|
12.
|
Sumpah dan
Nadzar
|
Pengadilan
|
|
Saksi
|
||
|
Dakwaan dan bukti
|
||
|
Memerdekakan budak
|
||
|
13.
|
Memerdekakan
budak
|
Mudabbar, mukatab dan ummul walid
|
|
14.
|
Kelengkapan
|
Etika
|
|
Kabaikan dan silaturrahim
|
||
|
Zuhud dan wara’
|
||
|
Peringatan untuk menjauhi menghindari kejelekan akhlaq
|
||
|
Motifasi berakhlaq mulia
|
||
|
Dzikir dan doa
|
C.
Metode Penyusunan hukman Kitab Bulughul Marom
Kitab
ini merupakan ringkasan yang mencakup dalil-dalil hukum yang ditulis sebaik
mungkin dengan tujuan agar mudah untuk dihafal dan dapat diulang-ulang, dalam
waktu yang sama. Selain itu juga untuk membantu orang-orang yang baru memahami
ajaran islam dan memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan.[6]
Metode
yang beliau gunakan dalam mengarang kitab ini adalah :
1.
Menta’liq
(memotong rangkaian sanad hadis), yang disebutkan hanya nama sahabat yang
meriwayatkan hadits
2.
Menyebutkan
matan hadits
3.
Menyebutkan
mukhorrij hadits
4.
Mencantumkan
penilain sanad hadits
5.
Terkadang
disebutkan penilain rowi hadits
6.
Menjelaskan
status hadis-hadis yang lemah dan shohih dengan keterangan ulama. Seperti dilemahkan
oleh atau di shohihkan oleh (ketarangan yang lebih rinci dibawah)
Contoh :
١٠١۳) وعن أبى هريرة
رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (لَا تُزَوِّجُ
الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ، وَلَا تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ نَفْسَهَا) رواه ابن
ماجه و الدار قطنى . ورجاله ثقات[7]
Adapun karakteristik
kitab ini adalah :
·
Setiap
akhir hadis, beliau mencantumkan nama para imam yang meriwayatkan hadis (mukhorrij)
tersebut dengan istilah tertentu, dengan maksud untuk memberikan informasi
kepada umat islam. Adapun yang tidak disebutkan dengan istilah tersebut maka
sudah jelas.[8]
Berikut perinciannya:
|
Perincian
|
Contoh
hadis
|
|
Imam tujuh yang meliputi imam Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi,
an-Nasa’i dan Ibnu Majjah
|
۲١١) وعن مالك بن الحويرث رضى الله عنه قال
: قال لنا النبي صلى الله عليه وسلم ( اذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم )
الحديث. أخرجه السبعة.[9]
|
|
Imam enam, yang meliputi Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa’i
dan Ibnu Majjah
|
|
|
Imam lima, yang
meliputi Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majjah
|
١٧۲)وعن رافع بن خديج رضى الله عنه قال :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( أصبحوا بالصبح فأنه أعظم لأجوركم ) رواه الخمسة وصححه الترمذى وابن حبان.[10]
|
|
Imam empat, yang meliputi Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa’i dan ibnu Majjah
|
١٥٨٩) وعن أبى هريرة رضي الله عنه قال :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا أصبح يقول : اللهم بك أصبحنا، وبك أمسينا،
وبك نحيا، وبك نموت، واليك النشور . واذا أمسى قال مثل ذالك: الأ أنه ٌقال :
واليك المصير. (أخرجه الأربعة) [11]
|
|
Imam tiga, yang meliputi Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i
|
٤٠٧)وعن طلق بن على قال : سمعت رسول الله
صلى الله عليه وسلم يقول : (لا وتران فى ليلة) رواه أحمد و الثلاثة، وصححه ابن حبان.[12]
|
|
Muttafaqun ‘Alaih yang merupakan sebutan bagi Imam Bukhori dan Muslim
|
١٥٥٠) وعن معاوية رضي الله عنه قال : قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم من يرد الله به خيرا يفقه فى الدين (متفق عليه) [13]
|
·
Mencantumkan
penjelasan derajat/penilaian sanad, apakah shohih, hasan, dlo’if, layyin
atau qowi dan lain sebagainya.
|
Penjelasan sanad
|
Contoh
|
|
صحيح
|
۳٨) وعن على
رضى الله عنه – فى صفة وضوء النبى صلى الله عليه و سلم – قال: ومسح برأسه واحدة.
أخرجه أبوا داود. وأخرجه الترمذى و النسائى باسناد
صحيح. بل قال الترمذى: انه أصح شىء فى باب.[14]
|
|
حسن
|
١٥٠١) وعن سهل
بن سعد رضى الله عنه قال : جاء رجل الى النبى صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول
الله، دلني على عمل اذا عملته أحبنى الله، وأحبنى الناس، فقال : (ازهد فى الدنيا
يحبك الله، وازهد فيما عند الناس يحبك الناس) رواه ابن ماجه وغيره، وسنده حسن. [15]
|
|
ضعيف
|
١۲٤٥) وعن أبى
هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (ادفعوا الحدود ما وجدتم لها
مدفعا) أخرجه ابن ماجه باسناد ضعيف. [16]
|
|
لين
|
٥۲٥) وعن أبى
هريرة رضي الله عنه : أنهم أصابهم مطر فى يوم عيد. فصلى بهم النبى صلى الله عليه
وسلم صلاة العيد في المسجد. رواه أبو داود باسناد
لين[17]
|
|
قوي
|
١٥٠٥) وعن أنس
رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (كل بنى أدم خطاء، وخير
الخطائين التوابون) أخرجه الترمذى و ابن ماجه، وسنده
قوي. [18]
|
·
Mencantumkan
penjelasan siapa rowi yang menshohihkan, menghasankan atau mendloifkan.
|
Penilaian
|
Contoh
|
|
صحيح
|
٥٥٥) عن أبى هريرة رضى
الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (أكثروا ذكر هاذم اللذات:
الموت) رواه الترمذى و النسائى وصَحَّحَهُ ابن
حبان [19]
|
|
حسن
|
٥٧٨) وعن حذيفة رضي الله
عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينهي عن النعي . رواه أحمد و الترمذى و حَسَّنَهُ[20]
|
|
ضعيف
|
و عن رافع بن خديج رضى الله عنه قال
: قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم ( من زرع فى الأرض قوم بغير إذنهم فليس له
من الزرع شىء و له نفقته) رواه أحمد، و الأربعه إلا النسائى. و حسنه الترمذى. ويقال إن البخارى ضَعَّفَهُ
|
·
Memberi
penilaian terhadap rowi seperti “ورجاله ثقات” atau "ورواته موثوق"
·
Jika
hadis tersebut memiliki penguat (Taabi’ atau syahid ) beliau
mengisyaratkannya dengan isyarat yang lembut
Contoh :
٦۳٠) وعن عمرو بن شعيب عن
أبيه عن جده عن عبد الله بن عمر رضى الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم
قال : (من ولى يتيما له مال،فليتجر له ولا يتركه حتى تأكله الصدقة) رواه الترمذى
والدارقطنى، و اسناده ضعيف،وله شاهد مرسل عند
الشافعى
·
Menyebutkan
‘illah (cacat) yanga ada pada hadis tertentu
Contoh : hadis
no. 1196
وعن عمر بن شعيب..............................
رواه أحمد و الدارقطني وأعل بارسال
·
Memberi
footnote pada kata-kata yang sulit difahami, untuk menjelaskan maksud dari
lafadz tersebut
D.
Kelebihan dan Kekurangan Kitab Bulughul Marom
|
kelebihan
|
Kekurangan
|
|
Penulis (ibnu Hajaral-‘Asqalany) menjelaskan martabat (derajat)
hadits berupa shahih, hasan, dan dhoifnya. Sehingga para penuntut ilmu tidak perlu
mencari rujukan dari kitab lain.
|
Penulis tidak menyebutkan runtutan sanad secara lengkap, hanya
menyebutkan nama sahabat dan mukhorrijnya saja
|
|
Beliau menuliskan sebagian matan hadits saja yang berhubungan
dengan bab yang dimaksud, sehingga singkat dan manfaat.
|
|
|
Jika suatu hadits memiliki riwayat lain yang dapat menjadi
tambahan yang bermanfaat, penulis membawakannya dengan ringkas dan jelas,
dengan demikian riwayat-riwayat hadits saling menyempurnakan terhadap suatu
masalah.
|
|
|
Penulis menyeleksi hadits-hadits dari kitab induk yang terkenal,
seperti musnad imam ahmad, shahih bukhari dan shahih muslim, kitab sunan yang
empat, dll.
|
|
|
Penulis mengurutkan bab-bab dan hadits-hadits sesuai dengan
kitab-kitab fiqh, agar memudahkan pembacanya untuk murojaah.
|
|
|
Beliau menutup kitabnya dengan bab tentang adab yang meupakan
kumpulan-kumpulan dari hadits-hadits pilihan yang beliau namakan bab
“jami’fil adab” agar pembaca mengambil manfaat dari kitab ini, bukan hanya
hukum tetapi juga akhlak.
|
|
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah membahas kitab ini dapat disimpulkan bahwasanya kitab ini
merupakan kitab hadis yang berisikan kumpulan hadis yang bertemakan bab-bab
fiqh dan ditutup dengan bab al-jam’u. Terdiri dari 1596 hadis. Didalamnya tidak
hanya memuat hadis-hadis shohih saja, tetapi hasan serta dlo’if juga masuk
didalamnya.
Beliau Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani disetiap mencantumkan hadis
beliau sertakan penilain hadis tersebut, serta derajat-derajatnya. Beliau tidak
mencantumkan runtutan sanad secara lengkap, hanya menuliskan nama shahabat dan
mukhorrijnya saja.
B.
Kritik dan Saran
Dalam penyusunan makalah ini, penulis yakin masih terdapat banyak
kesalahan dan kekurangan . Oleh karenanya penulis mengharapkan penyempurnaan
dan pembenahan yang lebih baik untuk pengkaji kitab bulughul marom selanjutnya.
Daftar Pustaka
al-‘Asqalani.Kitab
Tahdzib al-tahdzib,Juz
I,(Libanon:Baerut,t.th ).
Ibnu Hajar al-Asqalani.Bulughul Marom
Min Adillatil Ahkam. Daar Al-‘Ilmi.
Ibnu Hajar Al-Asqalani.2013.Bulughul
Marom Min Adillatil Ahkam,.Depok: Darul Kutub Islamiyah.
M.
Machfuddin Aladip.1985.Terjemah Bulug al-Maram.Semarang : Toha Putra.
[1]al-‘Asqalani, Kitab Tahdzib al-tahdzib,Juz I,(Libanon:Baerut,t.th ),hlm.1,Lihat juga di al- Shan’any, Subul al-Salam, Juz I, (Libanon , Baerut, t.th), hlm.1, Ensiklopedi Islam,
hlm.154.
hlm.xxvii.
[6] Ibnu Hajar
Al-Asqalani, Bulughul Marom Min Adillatil Ahkam, Darul Kutub Islamiyah,
(Depok: 2013), Hal:Xiii.
[7] Ibnu Hajar
al-Asqalani, Bulughul Marom Min Adillatil Ahkam, Daar al-‘Ilmi, hal: 205
[8] Ibnu Hajar al-Asqalani,
Bulughul Marom Min Adillatil Ahkam, Daar Al-‘Ilmi, hal: 1.
[19] Ibid,
hal: 107
[20] Ibid,
hal: 111
Tidak ada komentar:
Posting Komentar